9 Potret Kehidupan di Tanah Timor yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Wilayah Indonesia Timur yang sedang gencar-gencarnya dibangun ini menyimpan berbagai keunikan dan potret-potret tersembunyi di dalamnya. Walau hidup di tengah kondisi yang masih jauh dari kata makmur, Tanah Timor yang dihuni oleh 2 negara ini tetap bisa hidup berdampingan satu sama lain dan menjunjung tinggi adat istiadat. Jika Anda memiliki rencana untuk bertandang ke Tanah Timor, ada beberapa hal menarik yang perlu Anda ketahui atau bahkan akan semakin tergugah untuk segera menginjakkan kaki disana.

Atoni Pah Meto – Orang dari Tanah yang Kering

tradisi-budaya-timor
Potret masyarakat Timor. Foto : Ainur Rofiq/KKN PPM UGM 2017

Walaupun hidup di tengah tantangan kondisi alam dan keterbatasan akses ke fasilitas, masyarakat Timor kaya akan kebudayaan dan adat istiadat yang masih dipegang teguh. Pertama, lihat saja dari namanya. Jika masyarakat Bali mengenal adanya sistem kasta yang terlihat dari nama depannya, masyarakat Timor memiliki marga atau disebut ‘fam’ sebagai nama belakangnya. Fam Usfal, Humoen, Atinos, dan semacamnya akan terdengar familiar di wilayah ini.

Cuaca yang panas dan jarak rumah yang saling berjauhan membuat masyarakat Timor terbiasa bersuara keras sehingga terkesan seperti marah. Padahal, jika Anda bertandang ke tanah timor, penduduk akan dengan ramah menyapa dengan sapaan ‘selamat’. Ucapan ini memiliki banyak arti, layaknya sapaan ‘halo’ maupun selamat pagi/siang/malam. Jadi, tidak perlu khawatir. Masyarakat akan siap menyapa Anda dengan ramah!

Hamparan Permadani di Lahan Tandus

sawah-di-timor-ntt
Padi siap panen di Biboki Moenleu, Timor Tengah Utara.
Foto : Ainur Rofiq/KKN PPM UGM 2017

Pulau berada di perbatasan negara ini terkenal dengan tanahnya yang tandus dan terik matahari yang menyengat. Namun jangan salah. Walaupun dengan kondisi yang sedemikian, tanah Timor masih mampu menghasilkan padi walau dengan intensitas tanam yang lebih rendah dari pulau-pulau lain di Indonesia.

Hati-Hati Berkendara di Tanah Timor

Bercocok tanam dan beternak merupakan mata pencaharian utama masyarakat Timor. Namun tahukah kalian? Hewan-hewan ternak seperti sapi, kambing, kerbau dan babi dibiarkan berkeliaran untuk mencari makan sendiri. Maka tak heran jika banyak hewan-hewan ternak yang nampak berlalu lalang bahkan menyebrang di jalanan.

Sekelompok kambing sedang menyeberang di jalan desa. Foto : Hendiliana

Namun, bagaimana caranya sang pemilik mengenali hewan ternaknya? Jawabannya juga sangat unik! Tiap-tiap hewan ternak, terutama sapi, diberikan tanda ditubuhnya layaknya sebuah ‘tato’. Dengan cara ini, pemilik dapat dengan mudah membedakan hewan ternak miliknya dengan yang lain.

Pasar hanya ada seminggu sekali

Jika di kehidupan Anda sehari-hari, berbelanja di pasar mungkin sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Namun, pada beberapa wilayah di Timor seperti kecamatan pesisir Timor Tengah Utara, pasar hanya beroperasi seminggu sekali di tiap desa.

Masing-masing desa memiliki ‘hari pasar’ masing-masing, dan akan berulang setiap minggunya. Antusiasme masyarakat terhadap hari pasar ini sangat tinggi Bahkan, saat hari pasar tiba, desa akan terasa sepi karena kebanyakan masyarakat berbondong-bondong memadati pasar.

Sirih Pinang sebagai suguhan utama

Jika biasanya tamu dijamu dengan minuman seperti teh maupun kopi, di tanah Timor, ada jamuan yang lebih penting dari sekadar teh dan kopi. Yap! Jamuan utama tersebut adalah sirih pinang sebagai wujud penghormatan kepada tamu.

Sirih Pinang. Foto : Neno Anderias Salukh

Budaya sirih pinang tidak hanya tersohor di wilayah Nusa Tenggara Timur saja, namun juga sampai di Maluku hingga Papua. Sirih pinang terdiri dari buah sirih, buah pinang dan juga kapur yang dimakan bersamaan. Bagi yang belum terbiasa dengan sajian ini, mungkin akan merasa tidak nyaman. Namun, bagi masyarakat setempat dari anak-anak hingga usia lanjut, keseharaiannya sudah tidak dapat terlepas dari sajian ini.

Pohon Lontar yang Kaya Manfaat

Jika di kehidupan sehari-hari, kelapa terkenal sebagai tanaman yang sangat bermanfaat, ternyata ada tanaman lain yang tidak kalah bermanfaatnya tumbuh subur di tanah Timor. Jika melintas di wilayah Timor, mata Anda akan disuguhkan dengan pemandangan tanaman lontar yang menjulang tinggi.

Rumah dari bebak. Foto: Hendiliana

Tanaman lontar dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan bangunan, seperti dinding maupun atap. Faktanya, tidak sedikit rumah masyarakat yang memanfaatkan pelepah lontar atau yang dikenal sebagai ‘bebak’ sebagai dinding rumah. Selain itu, pohon lontar juga menghasilkan sari yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuat gula maupun dijadikan minuman beralkohol.

Tari Tebe : Simbol Kebahagiaan Masyarakat Timor

Walaupun hidup di tengah-tengah keterbatsan, masyarakat Timor memiliki cara tersendiri untuk menemukan kebahagiaannya. Masyarakat Timor terkenal gemar dengan ‘pesta’ yang di dalamnya juga turut diisi dengan tarian-tarian khas.

Pesta di Timor dapat berlangsung berhari-hari, tanpa henti. Tarian-tarian pesta seperti tebe mapun dansa pun menjadi agenda wajib dalam sebuah pesta.

Tangan saling terkait dan kaki yang dihentak bersama-sama merupakan ciri khas dari tarian tebe di tanah Timor ini. Alunan musik yang tiada henti, membuat kaki terasa ingin terus menari dan melompat-lompat bahagia.

Pada zaman dahulu, tari Tebe ini menjadi ungkapan kegembiraan setelah pulang dari medan perang. Namun, saat ini tarian Tebe ditarikan diberbagai acara seperti pernikahan maupun acara di gereja.

Salah satu tari Tebe yang cukup populer adalah Tebe Kancing. Cara menarikannya cukup mudah. Penari berbaris melingkar sambil berpegangan tangan, dan bersama-sama melangkah ke kanan atau ke kiri sebanyak 3 langkah, lalu melempar kaki ke depan secara berulang-ulang atau dengan bergerak maju dna munsur bersama-sama. Ketika musik berubah, penari berkesempatan untuk mengekspresikan diri dengan tarian kreasinya.

Keindahan senja yang tidak biasa

Salah satu pemandangan senja di Timor. Foto : Hendiliana

Ungkapan senja sudah sangat lazim digunakan dan dikait-kaitkan dengan kopi yang menyiratkan suasana santai dan tenang dipenghujung hari. Menikmati senja di pantai atau bahkan di tengah hiruk pikuknya jalanan kota mungkin sudah biasa.

Suasana senja di tanah Timor dapat memberikan pemandangan dan suasana yang akan membuat Anda berdecak kagum. Gambaran langit oranye kemerahan di tanah yang kering ini memang tidak ada bedanya dengan tempat lain. Namun, suasana tenang di tengah segala kesederhanaan yang dimiliki oleh tempat ini, membuatnya terasa istimewa. Lebih tenang dan lebih damai. Maka tempat ini pantas untuk masuk ke dalam daftar tempat tujuan liburan bagi Anda yang ingin melepas penat dari segala rutinitas dan gemerlapnya kehidupan kota.